Pricio

Komdigi Siapkan Frekuensi 3,5 GHz 2027, 5G Indonesia Bakal Lebih Cepat

OlehRedaksi Pricio

Komdigi Siapkan Frekuensi 3,5 GHz 2027, 5G Indonesia Bakal Lebih Cepat

Kamu sudah melihat logo 5G di layar HP, tapi kecepatan unduhnya terasa sama saja dengan 4G. Bukan HP-mu yang salah. Jaringan 5G di Indonesia memang belum mendapat pita frekuensi yang membuatnya benar-benar cepat, dan pita itulah yang sekarang disiapkan pemerintah.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merencanakan pelepasan spektrum 3,5 GHz mulai 2027. Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan menyebut rencana itu sebagai bagian dari target cakupan 5G nasional 50 persen pada 2030.

"Spektrum 3,5 GHz kami rencanakan rilis. Kemudian WRC-27 masih bersifat tentatif, tetapi kami juga menginginkan percepatan pengembangan 5G. Rencana kami itu 5G di tahun 2030 50 persen," kata Denny dalam forum industri di Jakarta, Oktober 2026.

Kenapa 3,5 GHz jadi penentu

Operator Indonesia saat ini menjalankan 5G di pita yang lebih sempit. Tambahan 700 MHz dan 2,6 GHz dari lelang yang sudah selesai membantu jangkauan, tetapi belum memberi kanal lebar yang dibutuhkan 5G berkecepatan tinggi.

Asosiasi industri GSMA menyebut pita 3,4-3,7 GHz sebagai titik seimbang antara kapasitas dan jangkauan. GSMA menyarankan rilis awal 200-300 MHz di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Di banyak negara Asia Pasifik, pita ini jadi tulang punggung 5G.

Yang membuatnya belum bisa dipakai: 3,5 GHz masih ditempati layanan satelit. Operator satelit harus bermigrasi lebih dulu, dan itulah alasan jadwalnya bergeser ke 2027, bukan tahun ini.

Bukan hanya soal frekuensi

Denny menegaskan 5G tanpa dukungan serat optik tidak akan terasa bedanya di layar pengguna. "Tanpa fiber, 5G-nya jadi fake 5G," ujarnya.

Serat optik berperan sebagai backhaul, jalur yang membawa data dari menara BTS ke jaringan inti. Tanpa fiber, menara 5G hanya memindahkan kemacetan ke titik lain. Karena itu Komdigi mendorong pembangunan fiber berjalan bersama perluasan seluler, plus penggunaan bersama infrastruktur agar biaya pembangunan tidak membengkak.

Angka yang perlu kamu tahu

Target pemerintah tidak berhenti di 5G. Menurut data Komdigi, sekitar 2.000 desa dan permukiman masih belum terjangkau jaringan 4G, sementara penetrasi internet rumah baru sekitar 21 persen rumah tangga. Pemerintah menargetkan kecepatan internet rumah dan seluler menuju 100 Mbps pada 2029, disertai perluasan serat optik.

Artinya, pengalaman 5G di Indonesia untuk sementara masih timpang: cepat di titik tertentu, biasa saja di tempat lain. Bedanya lebih ditentukan ketersediaan fiber dan jarak ke menara daripada merek operator.

Apa artinya untuk pengguna

Rilis 3,5 GHz nanti paling terasa pada tiga hal. Unduhan dan streaming resolusi tinggi lebih lancar karena kanal lebih lebar, latensi turun sehingga game online dan video call lebih responsif, dan paket 5G berkuota besar jadi masuk akal dipakai, bukan sekadar pemanis spanduk.

Ada syarat di sisi perangkat. Pita 3,5 GHz untuk 5G beroperasi di rentang yang dikenal sebagai band n78. Sebagian HP yang dijual di Indonesia sudah mencantumkan dukungan band ini, tetapi tidak semuanya. Kalau kamu berencana memakai 5G bertahun-tahun ke depan, daftar band di halaman spesifikasi lebih penting daripada angka kamera.

Baca Juga

24 Juta HP 5G di Indonesia Belum Bisa Pakai Jaringan 700 MHz

Sampai 2027, ekspektasi paling realistis adalah memakai 5G di area padat fiber dan dekat menara. Kalau logo 5G muncul tapi kecepatan tidak beranjak, cek dukungan band di HP lalu bandingkan hasil uji kecepatan pada jam berbeda. Beda hasil antara pagi dan malam biasanya tanda jaringan sedang padat, bukan perangkat rusak. Rencana 2027 pun belum final karena bisa bergeser mengikuti migrasi satelit dan hasil WRC-27.

Redaksi PricioAuthor

Redaksi Pricio

Content Writer

Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.

Selengkapnya

Related Article