24 Juta HP 5G di Indonesia Belum Bisa Pakai Jaringan 700 MHz
OlehRedaksi Pricio

HP kamu sudah menampilkan logo 5G di pojok layar, tapi kecepatan internetnya terasa sama saja. Ternyata bukan cuma soal sinyal. Ada 24 juta perangkat 5G di Indonesia yang secara teknis belum bisa menyentuh dua pita frekuensi baru yang sekarang dipakai operator untuk menghadirkan 5G.
Angka itu disampaikan Merza Fachys, Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, pada 21 Oktober 2026. Dari total sekitar 30 juta handset 5G yang beredar, hanya sekitar 20 persen atau 6 juta unit yang siap memakai pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Sisanya masih terkunci di spektrum lama.
Kenapa perangkat lama tidak bisa langsung dipakai
Masalahnya berakar pada urutan waktu. Ketika puluhan juta perangkat itu diimpor atau diproduksi, regulasi pemakaian pita 700 MHz dan 2,6 GHz belum disahkan pemerintah. Sesuai ketentuan yang berlaku saat itu, dukungan frekuensi tersebut harus dikunci lebih dulu.
Setelah kedua pita resmi dilelang dan dipakai untuk pemancaran 5G pada 2026, kunci itu tidak bisa dibuka begitu saja lewat pembaruan perangkat lunak. Komdigi mewajibkan setiap tipe perangkat melewati sertifikasi ulang sebelum penguncian spektrum boleh dibuka secara resmi.
Di sinilah buntuannya. Bagi vendor, perangkat tersebut sudah berada di tangan konsumen dan transaksi komersialnya selesai bertahun-tahun lalu. Biaya sertifikasi ulang tidak masuk anggaran operasional dan tidak menghasilkan pendapatan baru. Akibatnya banyak produsen enggan mengajukan sertifikasi ulang untuk model lama, dan fitur frekuensi baru tetap terkunci.
Jaringan sudah jalan, perangkat tertinggal
Baca Juga
Merger XL dan Smartfren, Apa Artinya untuk Pelanggan
Ketimpangan ini terasa di lapangan. Jaringan 5G operator sudah menjangkau lebih dari 70 kabupaten dan kota, tetapi sebagian besar pemilik ponsel 5G belum bisa merasakan peningkatan kualitas layanan yang seharusnya datang bersama jaringan baru.
Pita 700 MHz dikenal sebagai low-band yang andal menembus dinding dan menjangkau daerah pinggiran. Pita 2,6 GHz menyediakan kapasitas besar untuk kecepatan. Kombinasi keduanya adalah fondasi utama 5G di Indonesia, sehingga perangkat yang belum mendukung keduanya hanya bisa menumpang di pita lama.
Angka dari lelang frekuensi 2026
Konteksnya ada di hasil seleksi pita frekuensi yang ditetapkan Komdigi pada Juli 2026. Di pita 700 MHz, XLSmart mendapat blok 30 MHz dengan nilai penawaran Rp1,06 triliun, Telkomsel 20 MHz senilai Rp642,5 miliar, dan Indosat 20 MHz senilai Rp507,48 miliar.
Di pita 2,6 GHz, Telkomsel memperoleh 80 MHz, Indosat 60 MHz, dan XLSmart 50 MHz. Para pemenang juga terikat kewajiban menghadirkan 4G di 538 desa dan kelurahan yang belum bersinyal, cakupan 5G minimal 51 persen populasi nasional pada tahun kelima, serta target kecepatan rata-rata mobile broadband 100 Mbps pada 2029.
Yang bisa kamu lakukan sekarang
Sebelum membeli ponsel 5G baru, periksa daftar pita frekuensi di halaman spesifikasi resmi. Dukungan pita 700 MHz biasanya ditandai sebagai band n28, sedangkan pita 2,6 GHz umumnya band n38. Kalau keduanya tidak tercantum, ponsel itu tetap bisa 5G, tetapi tidak akan memakai spektrum baru.
Untuk perangkat yang sudah kamu pakai, pantau pengumuman resmi produsen soal sertifikasi ulang. Selama belum ada pembaruan itu, memaksakan pengaturan jaringan di menu rahasia tidak akan membuka frekuensi yang dikunci di level sertifikasi. Jadi jangan buru-buru menyalahkan operator saat sinyal 5G terasa biasa saja.
FAQ 24 Juta HP 5G di Indonesia Belum Bisa Pakai Jaringan 700 MHz
Kenapa HP 5G saya belum bisa memakai jaringan 700 MHz?
Karena dukungan pita 700 MHz dan 2,6 GHz dikunci saat perangkat diimpor sebelum regulasi kedua pita itu disahkan. Membukanya butuh sertifikasi ulang per tipe perangkat oleh Komdigi, bukan sekadar pembaruan perangkat lunak.
Berapa perangkat 5G yang sudah siap memakai spektrum baru?
Dari sekitar 30 juta handset 5G yang beredar, hanya sekitar 20 persen atau 6 juta unit yang siap memakai pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Sisanya sekitar 24 juta unit masih terbatas pada spektrum lama.
Apakah operator ikut bertanggung jawab atas kondisi ini?
Jaringan operator sudah menjangkau lebih dari 70 kabupaten dan kota. Persoalannya ada di kesiapan perangkat, karena vendor enggan mengurus sertifikasi ulang untuk model yang transaksinya sudah selesai.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

