Mata Anak Perih Kena Abu Vulkanik? Jangan Digosok
OlehRedaksi Pricio

Mata Anak Perih Terkena Abu Vulkanik? Jangan Digosok, Lakukan Ini
Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengganggu pernapasan. Abu vulkanik yang beterbangan juga bisa mengenai mata dan kulit anak. Jika si kecil mengeluh mata perih atau seperti kelilipan pasir, orang tua perlu bertindak tepat agar iritasi tidak makin parah.
Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan abu vulkanik sangat berbeda dari debu rumah biasa. "Abu vulkanik itu material batuan mineral yang terpecah sangat halus kalau terjadi erupsi," ujarnya.
Kenapa abu vulkanik berbahaya untuk mata?
Dilihat dengan mikroskop, partikel abu vulkanik tajam-tajam dan abrasif. Ukurannya sangat kecil sehingga mudah terbawa angin dan masuk ke mata, hidung, dan kulit.
"Kalau dilihat dengan mikroskop itu benar-benar tajam-tajam. Sebagian partikelnya juga bisa berukuran sangat kecil dan mudah terbawa angin," imbuh dr. Aisya.
Karena itu anak yang terpapar bisa mengeluh mata perih, gatal, atau seperti ada pasir di dalam mata. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, apalagi pada anak yang belum bisa menjelaskan keluhannya dengan jelas.
Jangan digosok, bilas dengan air bersih
Aturan pertama: ingatkan anak untuk tidak mengucek mata. "Kalau matanya terasa berpasir atau perih, jangan digosok. Bilas dengan air bersih," saran dr. Aisya.
Mengucek justru membuat partikel tajam bergesekan dengan permukaan mata dan memperparah iritasi. Untuk anak pengguna lensa kontak, segera lepaskan lensanya agar partikel tidak terperangkap di area mata.
Bersihkan rumah dengan cara basah
Abu yang menempel di teras, kendaraan, dan jalan tidak boleh diperlakukan seperti debu biasa. "Sebaiknya dihindari membuatnya berterbangan. Jadi dibasahi dulu, jangan disapu kering atau ditiup," tegas dr. Aisya.
Membasahi permukaan sebelum membersihkan mencegah partikel kembali beterbangan ke udara dan terhirup atau mengenai mata dan kulit anak. Gunakan masker saat membersihkan area berabu tebal.
Kapan harus ke dokter?
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan bila mata merah tidak membaik setelah dibilas, penglihatan kabur, mata bengkak, atau anak terus menangis menahan perih. Jangan meneteskan obat mata sembarangan tanpa anjuran dokter.
Selama paparan masih tinggi, batasi aktivitas luar rumah, tutup ventilasi, dan gunakan kacamata pelindung bila harus keluar. Pilihan paling aman tetap berada di dalam ruangan sampai kondisi udara membaik.
Baca Juga
Pilih Masker yang Tepat Sesuai Usia Anak saat Terpapar Abu Vulkanik
FAQ Mata Anak Terkena Abu Vulkanik
Apa yang harus dilakukan bila mata anak terkena abu vulkanik?
Jangan digosok, segera bilas dengan air bersih. Lepaskan lensa kontak bila anak memakainya.
Kenapa abu vulkanik berbahaya untuk mata?
Partikelnya tajam dan abrasif seperti batuan halus, sehingga bisa mengiritasi permukaan mata bila digosok.
Bagaimana membersihkan abu vulkanik di rumah?
Basahi dulu permukaannya, jangan disapu kering atau ditiup agar partikel tidak kembali beterbangan.
Kapan anak harus dibawa ke dokter?
Bila mata merah tak membaik setelah dibilas, penglihatan kabur, bengkak, atau nyeri tak kunjung reda.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
SelengkapnyaRelated Article

Harga Paket Starlink di Indonesia, dari Rp510 Ribu sampai Rp40 Juta

Starship Bawa 20 Satelit Starlink V3 ke Orbit 18 September

Sinyal 5G XL, Axis, dan Smartfren Kini Setara, Target 101 Kota

Samsung Rilis AC Neo WindFree Lite, Harga Rp6,1 Juta
