Pricio

Kartu Perdana Sekarang Seragam Rp35.000, Efek Aturan Scan Wajah

OlehRedaksi Pricio

Kartu Perdana Sekarang Seragam Rp35.000, Efek Aturan Scan Wajah

Kamu masuk ke konter ponsel, minta kartu perdana termurah, dan mendapati semuanya dijual Rp35.000. Tidak ada lagi yang Rp10.000 atau Rp15.000. Kenaikan ini bukan permainan pedagang, tapi efek langsung aturan registrasi kartu berbasis scan wajah yang berlaku penuh sejak Juli 2026.

Sejak Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 diterapkan, kartu perdana wajib dijual dalam kondisi belum aktif. Pembeli harus memverifikasi wajah yang dicocokkan dengan Nomor Induk Kependudukan lewat Dukcapil sebelum nomor bisa dipakai. Biaya verifikasi itu tidak murah, dan ujungnya ikut mendorong harga kartu di tingkat konter.

Harga kompak Rp35.000, kuota 3GB

Pemantauan di sejumlah konter ponsel menunjukkan kartu dari semua operator kini dijual seragam Rp35.000 dengan kuota sekitar 3GB. Tidak ada lagi kartu perdana di bawah angka itu. Keseragaman harga di tingkat pengecer ini muncul bersamaan dengan berlakunya aturan biometrik secara penuh.

Yang perlu kamu tahu, biaya verifikasi wajah sebesar Rp3.000 per akses ditanggung operator, bukan pelanggan. Pemerintah menegaskan tidak ada pungutan tambahan ke pembeli. Meski begitu, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menilai tarif itu terlalu berat bila volume verifikasi membesar.

ATSI mengusulkan tarif turun dari Rp3.000 menjadi Rp600 per akses, atau berkurang 80 persen. Usulan itu sudah disampaikan ke Ditjen Dukcapil, tetapi sampai akhir September 2026 belum ada penurunan tarif. Kementerian Dalam Negeri menyatakan usulan tersebut sedang dibahas.

Berapa biaya yang sudah keluar

Angkanya tidak kecil. Telkomsel memproses sekitar 3 juta pelanggan biometrik dengan alokasi dana mencapai Rp9 miliar dalam enam bulan terakhir. XLSMART mencatat lebih dari 2 juta pendaftaran dengan beban sekitar Rp6 miliar sejak regulasi disahkan Januari 2026.

Data Komdigi per 22 Juli 2026 mencatat 10,03 juta nomor sudah terintegrasi biometrik. Jumlah itu baru 3,45 persen dari total 291,16 juta pelanggan aktif nasional. Artinya, sebagian besar pelanggan lama belum tersentuh kewajiban ini.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys menyebut penurunan tarif ke Rp600 akan memangkas biaya Rp2.400 per akses. Namun ia menegaskan percepatan penerapan tidak hanya soal tarif, tapi juga kesiapan teknis dan kapasitas sistem.

Apa artinya buat kamu

Ada tiga hal yang perlu dicatat. Pertama, pelanggan lama belum diwajibkan melakukan verifikasi biometrik, jadi nomor yang sudah aktif tetap berjalan seperti biasa. Kewajiban scan wajah berlaku untuk aktivasi nomor baru, baik prabayar maupun pascabayar.

Kedua, satu NIK dibatasi maksimal tiga nomor untuk setiap operator. Kalau kamu punya kebiasaan menumpuk nomor untuk satu keperluan, kuota itu sekarang lebih ketat.

Ketiga, data biometrik tidak disimpan operator. Komdigi menyebut pengiriman data ke Dukcapil memakai format terenkripsi lewat koneksi khusus, dan foto pelanggan tidak disimpan. Verifikasi hanya untuk mencocokkan identitas.

Satu hal yang belum jelas adalah apakah penurunan tarif verifikasi benar-benar terjadi tahun ini. Kalau tarif tetap Rp3.000 sementara validasi diperluas ke pelanggan lama, tekanan biaya ke operator akan bertambah. ATSI sendiri sudah mengingatkan bahwa biaya yang membengkak pada akhirnya bisa berbalik ke pelanggan.

Untuk sekarang, yang bisa kamu lakukan sederhana: siapkan e-KTP saat membeli nomor baru, pastikan wajah yang dipindai sesuai data kependudukan, dan jangan beli kartu yang sudah diaktifkan di luar prosedur. Kartu semacam itu berisiko bermasalah saat verifikasi ulang.

Baca Juga

Komdigi Nilai 156 Paket Internet Belum Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Redaksi PricioAuthor

Redaksi Pricio

Content Writer

Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.

Selengkapnya

Related Article