Komdigi Nilai 156 Paket Internet Belum Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
OlehRedaksi Pricio

Kuota internet yang hangus di akhir masa aktif sudah lama jadi keluhan paling sering pengguna prabayar. Kamu beli paket 10GB, baru terpakai 4GB, dan sisa 6GB lenyap begitu masa aktif habis. Uang sudah keluar, kuota tidak terpakai. Praktik inilah yang sekarang disorot pemerintah, dan hasil evaluasi terbaru menunjukkan belum semua paket memperbaikinya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan evaluasi paket data pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 273/PUU-XXIII/2025 dan Surat Edaran Menkomdigi Nomor 4 Tahun 2026 tentang perlindungan sisa kuota. Dari laporan tiga operator besar yang diterima Komdigi per 3 Oktober 2026, total 290 paket dievaluasi. Hasilnya, 134 paket sudah memakai mekanisme rollover atau akumulasi kuota, sementara 156 paket masih dinilai belum memberi perlindungan substantif.
Rincian per operator: XLSmart paling agresif
Rinciannya berbeda jauh antar operator. XLSmart melaporkan 101 paket, dengan 92 paket sudah rollover dan 9 paket masih mengandalkan notifikasi. Indosat melaporkan 94 paket, baru 23 paket rollover dan 71 paket masih berbasis notifikasi H-7 dan H-2 sebelum paket berakhir. Telkomsel melaporkan 95 paket, 19 paket rollover dan 76 paket masih mengandalkan notifikasi sisa kuota dan masa berlaku.
| Operator | Total paket | Sudah rollover | Masih notifikasi saja |
|---|---|---|---|
| XLSmart | 101 | 92 | 9 |
| Indosat | 94 | 23 | 71 |
| Telkomsel | 95 | 19 | 76 |
| Total | 290 | 134 | 156 |

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan menegaskan notifikasi saja tidak cukup. Menurutnya, perlindungan yang dimaksud putusan MK bukan sekadar mengingatkan pelanggan bahwa masa aktif akan habis, melainkan memastikan nilai ekonomi sisa kuota yang sudah dibeli tetap bisa dimanfaatkan tanpa biaya tambahan.
Komdigi juga mencatat XLSmart sudah memperluas pilihan paket rollover paling agresif, sementara Telkomsel sempat menggeser jadwal sejumlah varian rollover dari 28 September ke minggu pertama Oktober 2026 karena kendala teknis. Pemerintah mengapresiasi perluasan pilihan rollover, tetapi menilai paket non-rollover yang hanya memberi peringatan belum memenuhi amanah putusan MK.
Apakah semua paket wajib rollover?
Tidak. Putusan MK tidak mewajibkan setiap paket memakai skema rollover, tetapi operator wajib menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota tetap aktif dan bisa dipakai. Operator juga dilarang menarik biaya tambahan untuk perlindungan sisa kuota tersebut, dalam bentuk apa pun.
Artinya, paket tanpa rollover tetap boleh dijual, selama di katalog operator yang sama tersedia opsi paket yang melindungi sisa kuota. Beban kini ada di tangan pelanggan untuk memilih paket yang tepat sebelum membeli, bukan sekadar tergiur kuota besar dengan harga murah.

Daftar paket rollover yang bisa dipilih
Bagi pelanggan, cara paling praktis adalah memastikan label rollover sebelum membeli. Di Telkomsel, paket rollover ada di lini Pasti SIMPATI dan Simpati Terbaik Untukmu, dengan contoh varian 8GB+1GB RoaMAX Hotspot Rp70.000 hingga 140GB+9GB RoaMAX Hotspot Rp250.000 untuk 30 hari. Di Indosat IM3, lini Rollover ISTIMEWA menawarkan 50GB hingga 150GB mulai Rp100.000. Di XLSmart, contohnya Xtra Combo Plus Reguler dan VIP serta FlexMax yang tersedia di aplikasi myXL. Rincian kuota, harga, dan syarat rollover bisa berbeda antar wilayah dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Perhatikan juga syarat akumulasinya. Pada umumnya sisa kuota hanya ikut tergabung bila pelanggan memperpanjang dengan paket sejenis sebelum masa aktif habis. Bila telat sehari, sisa kuota tetap hangus. Jadi atur pengingat atau aktifkan perpanjangan otomatis di aplikasi operator supaya proteksi rollover benar-benar berjalan.

Pengawasan berlanjut, belum ada sanksi
Komdigi menyatakan pemantauan akan dilakukan berkelanjutan dan mengingatkan operator setiap bulan, tanpa memberi tenggat khusus. Hingga kini belum ada sanksi yang diumumkan. Pelanggan yang merasa sisa kuota hangus tanpa perlindungan bisa melapor ke kanal resmi operator atau Call Center Ditjen Infrastruktur Digital Komdigi di 159.
Intinya, pilihan paket rollover sudah bertambah banyak, tetapi 156 paket masih mengandalkan notifikasi saja. Sebelum membeli paket berikutnya, cek apakah paket itu berlabel rollover dan pahami syarat akumulasinya agar sisa kuota tidak kembali hilang.
FAQ Evaluasi Komdigi 156 Paket Internet
Apa temuan terbaru Komdigi soal sisa kuota?
Dari 290 paket yang dievaluasi per 3 Oktober 2026, 134 paket sudah memakai rollover dan 156 paket masih dinilai belum melindungi sisa kuota pelanggan.
Operator mana yang paling banyak paket rollover?
XLSmart dengan 92 dari 101 paket, disusul Indosat 23 dari 94 paket dan Telkomsel 19 dari 95 paket.
Apakah semua paket wajib memakai skema rollover?
Tidak. Operator wajib menyediakan pilihan layanan yang melindungi sisa kuota tanpa biaya tambahan, tetapi paket non-rollover tetap boleh dijual.
Contoh paket rollover apa saja?
Telkomsel Pasti SIMPATI dan Simpati Terbaik Untukmu, IM3 Rollover ISTIMEWA, serta XLSmart Xtra Combo Plus dan FlexMax di aplikasi myXL.
Ke mana melapor bila sisa kuota hangus?
Melalui kanal resmi masing-masing operator atau Call Center Ditjen Infrastruktur Digital Komdigi di 159.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

