5G Indonesia Tumbuh Lima Kali, Tapi HP Kamu Mungkin Belum Siap
OlehRedaksi Pricio

Kamu membeli ponsel 5G tahun ini, tapi di pojok layar tetap tertulis 4G. Bukan berarti operator belum membangun menara di kotamu. Persoalannya sering ada di dua tempat: pita frekuensi yang belum dibaca ponsel, dan wilayah yang memang belum kebagian jaringan.
Data Ookla kuartal III 2026 menunjukkan ketersediaan 5G di Indonesia melonjak dari 6,9 persen menjadi 34,2 persen dalam setahun. Artinya sekitar sepertiga pengguna ponsel 5G kini menghabiskan sebagian besar waktunya terhubung ke jaringan 5G.
Angka itu bukan cakupan sinyal, melainkan pengalaman pengguna. Ookla mendefinisikannya sebagai persentase pengguna ponsel 5G yang sebagian besar waktunya benar-benar berada di jaringan 5G, bukan persentase penduduk atau luas wilayah yang terselimuti sinyal.
Masih terkonsentrasi di Jawa dan Bali
Pertumbuhan paling kelihatan di dua wilayah. Ketersediaan 5G di Jawa mencapai 39,1 persen, naik 29,4 poin. Bali dan Nusa Tenggara 43,9 persen, naik 32,4 poin.
Wilayah lain jauh tertinggal: Maluku 10,5 persen, Kalimantan 14,2 persen, Papua 14,3 persen, Sumatra 15,1 persen, dan Sulawesi 19,6 persen. Semua naik dibanding tahun lalu, tetapi jaraknya tetap lebar.
Dari sisi kecepatan, median unduh 5G nasional naik 55,6 persen menjadi 125,46 Mbps. XLSmart 164,05 Mbps, Telkomsel 103,94 Mbps, dan Indosat 93,70 Mbps. Sebagai pembanding, Singapura 292,72 Mbps, Vietnam 291,00 Mbps, dan Malaysia 283,53 Mbps.
Ponsel jadi penghalang berikutnya
Sejak Agustus 2026, pita 2,6 GHz aktif, terutama di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Namun pada 1-29 September 2026, sekitar tiga dari empat model ponsel 5G belum terdeteksi di pita tersebut.
Penyebabnya bukan sekadar perangkat keras. Produsen perlu mengaktifkan dukungan lewat pembaruan firmware dan meloloskan sertifikasi. Selama itu belum selesai, ponsel 5G bisa tetap hanya menangkap sinyal 4G di area yang sebenarnya sudah dijangkau 5G.
Pita 700 MHz yang menyusul diharapkan menjangkau area di luar kota, karena karakteristiknya lebih baik untuk jangkauan luas.
Rata-rata naik, kesenjangan ikut melebar
Kecepatan unduh seluler Indonesia secara umum naik dari 24,75 Mbps pada 2023 menjadi 51,02 Mbps pada 2026. Pengguna yang menikmati minimal 100 Mbps naik dari 12,5 persen menjadi 26,2 persen.
Tapi ada catatan. Median di Jawa 55,90 Mbps, di luar Jawa 45,58 Mbps. Selisihnya 10,32 Mbps, melebar dari sekitar 1 Mbps setahun sebelumnya. Untuk 10 persen pengguna paling lambat, kecepatan di luar Jawa hanya 9,90 Mbps, di Jawa 12,20 Mbps, dan di Papua 6,71 Mbps. Pada kecepatan segitu, panggilan video, unggah berkas, dan pembayaran digital gampang tersendat.
Baca Juga
Komdigi Siapkan Frekuensi 3,5 GHz 2027, 5G Indonesia Bakal Lebih Cepat
Yang bisa kamu lakukan sekarang
Pertama, cek daftar pita frekuensi di halaman spesifikasi ponselmu, lalu bandingkan dengan pita yang sedang dipakai operator di kotamu. Kedua, pasang pembaruan sistem terbaru dan cek apakah ada pembaruan khusus untuk modul jaringan. Ketiga, uji kecepatan di beberapa titik dan jam berbeda, karena kualitas jaringan berubah mengikuti beban.
Kalau ponselmu belum mendukung pita yang aktif, membeli paket 5G yang lebih mahal belum tentu menambah kecepatan. Menunggu pembaruan firmware, atau memilih perangkat yang jelas mendukung pita lokal, lebih masuk akal daripada mengganti paket berkali-kali.
Baca Juga
24 Juta HP 5G di Indonesia Belum Bisa Pakai Jaringan 700 MHz
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

