Pricio

Internet Rakyat Rp100 Ribu Baru 900 Ribu Pelanggan, Tagihan Internet Rumah Masih Mahal

OlehRedaksi Pricio

Internet Rakyat Rp100 Ribu Baru 900 Ribu Pelanggan, Tagihan Internet Rumah Masih Mahal

Tagihan internet rumah di Indonesia masih berkisar Rp300 ribu per bulan. Padahal ada layanan yang menjual kecepatan 100 Mbps seharga Rp100 ribu. Persoalannya bukan harga, melainkan jangkauan: sampai September 2026, layanan Internet Rakyat baru dipakai 900.000 pelanggan.

Angka itu disampaikan Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) Shannedy Ong. Internet Rakyat adalah layanan internet tetap berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) pada frekuensi 1,4 GHz. Modemnya menangkap sinyal seluler, jadi pelanggan tidak perlu menunggu penarikan kabel optik sampai ke rumah.

Bagi kamu yang alamatnya belum dilewati fiber optik, model seperti ini sebenarnya jawaban yang masuk akal. Pertanyaannya, kenapa penambahannya belum cepat?

Isi paket dan harganya

Internet Rakyat dipasarkan dengan tarif flat sekitar Rp100.000 per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps, tanpa batas kuota data, dan pemasangan gratis. Skema flat itu berbeda dari paket seluler biasa yang memotong kuota per gigabyte.

Dalam satu rumah, satu koneksi bisa dipakai beberapa perangkat sekaligus. Kalau dihitung per anggota keluarga, biaya Rp100 ribu per bulan jauh lebih ringan daripada tiga kartu prabayar yang masing-masing membeli paket data 30GB.

Jaringan yang sudah berdiri

Per September 2026, jaringan Internet Rakyat tercatat memiliki lebih dari 3.100 site terintegrasi dan beroperasi. Infrastruktur itu setara lebih dari 9.000 unit radio. Cakupannya disebut menjangkau sekitar 3,1 juta rumah tangga di 94 kota dan kabupaten, dengan lebih dari separuh wilayahnya berada di Pulau Jawa.

Sebagai perbandingan, pada semester pertama 2026 jaringan FWA ini masih sekitar 1.500 site dengan 4.500 unit radio. Artinya kapasitasnya berlipat dalam hitungan bulan, meski jumlah pelanggan belum mengejar.

Masih jauh dari pemain besar

Di pasar internet tetap, pengguna Internet Rakyat masih kecil. IndiHome mencatat sekitar 9,5 juta pelanggan fixed broadband hingga akhir Juni 2026, turun dari 10,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. MyRepublic memiliki lebih dari 2,6 juta pelanggan ritel dengan 12,7 juta homepass.

Secara total, Surge mengklaim 2,3 juta pelanggan broadband per akhir semester I-2026, terdiri atas 1,85 juta pelanggan fiber Starlite dan 513 ribu pelanggan FWA. Target perusahaan, gabungan FWA dan fiber bisa menembus 3 juta pelanggan pada akhir 2026.

Kenapa ini relevan buat tagihanmu

Pemerintah sendiri menargetkan internet tetap 100 Mbps bisa dinikmati dengan biaya sekitar Rp140 ribu, atau di bawah Rp200 ribu per bulan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut penetrasi fixed broadband baru sekitar 22 persen dari total konektivitas dan berharap naik ke kisaran 50 persen.

Selama pilihan murah belum masuk ke alamatmu, harga di pasaran tetap ditentukan pemain besar. Karena itu, sebelum memperpanjang langganan, ada baiknya kamu cek dulu apakah operator FWA sudah melayani koordinat rumahmu. Kalau sudah, kamu punya alat tawar: minta harga setara, atau pindah.

Satu catatan penting, kecepatan FWA sangat bergantung pada kepadatan BTS di sekitarmu. Di jam sibuk, angkanya bisa turun jauh dari 100 Mbps. Minta uji coba atau masa percobaan sebelum terikat kontrak tahunan.

Baca Juga

Cara Memilih Internet Rumah: 8 Hal yang Harus Dicek Sebelum Berlangganan

Redaksi PricioAuthor

Redaksi Pricio

Content Writer

Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.

Selengkapnya

Related Article