Kuota Internet Tidak Boleh Hangus Lagi, Ini Aturan Barunya
OlehRedaksi Pricio

Kuota internet yang hangus di akhir masa aktif sudah lama jadi keluhan paling sering pengguna prabayar. Kamu beli paket 10GB, baru terpakai 4GB, dan sisa 6GB lenyap begitu masa aktif habis. Uang sudah keluar, kuota tidak terpakai. Praktik inilah yang sekarang dilarang.
Mahkamah Konstitusi lewat putusan Nomor 273/PUU-XXIII/2025 memutus bahwa penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi wajib menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota internet pelanggan tetap aktif dan bisa dipakai. MK memerintahkan kuota yang sudah dibeli harus bisa dihabiskan tanpa biaya tambahan.
Kementerian Komunikasi dan Digital menyambut putusan itu. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pemerintah akan mengkaji implikasi putusan, termasuk kemungkinan penyesuaian regulasi. "Kami menyambut baik putusan MK," kata Meutya di Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers resmi Komdigi.
Apa isi putusan MK
MK mengabulkan sebagian gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Inti putusannya: operator wajib menyediakan pilihan layanan yang membuat sisa kuota tetap hidup.
MK tidak menentukan satu skema tunggal. Beberapa bentuk perlindungan yang disebut dalam putusan:
- Akumulasi atau rollover kuota ke periode berikutnya
- Perpanjangan masa aktif tanpa membeli paket baru
- Pengalihan manfaat kuota ke nomor lain
- Kompensasi atau refund
- Skema lain yang proporsional
Yang penting, putusan ini menegaskan bahwa pengguna prabayar maupun pascabayar yang sudah membayar kuota tapi belum menghabiskannya tetap berhak atas manfaat layanan yang sudah dibeli.
Kenapa ini penting untuk dompetmu
Coba hitung sederhana. Kalau kamu beli paket 10GB seharga Rp50.000 dan cuma terpakai 6GB, kamu kehilangan 4GB atau setara Rp20.000. Kalau ini terjadi tiap bulan, setahun kamu kehilangan sekitar Rp240.000 hanya dari kuota yang hangus.
Bagi pengguna dengan paket besar, angkanya jauh lebih besar. Paket 100GB seharga Rp150.000 yang terpakai 70GB berarti Rp45.000 hangus dalam satu periode. Dengan aturan rollover, sisa itu bisa dipakai bulan berikutnya.
Posisi operator
Telkomsel menyatakan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Beberapa operator sebenarnya sudah menerapkan rollover terbatas, tapi biasanya dengan syarat: hanya berlaku kalau kamu memperpanjang paket sebelum masa aktif habis, dan hanya untuk paket tertentu.
Belum semua paket Indosat, misalnya, mendukung rollover kuota. Ada paket yang kuotanya tetap hangus meski diperpanjang. Perbedaan syarat antar paket inilah yang membuat pengguna bingung dan sering merasa dirugikan.
Yang perlu kamu cek sekarang
Sebelum membeli paket berikutnya, perhatikan tiga hal ini:
- Apakah paketnya mendukung rollover kuota, dan berapa lama sisa kuota bisa ditahan
- Apakah rollover berlaku otomatis atau harus perpanjangan manual sebelum masa aktif habis
- Apakah ada batas maksimal kuota yang bisa diakumulasi
Ketiga informasi itu biasanya tertulis di syarat dan ketentuan paket, meski sering diketik dengan huruf kecil. Kalau tidak jelas, tanyakan ke customer service sebelum membeli.
Kapan aturan ini berlaku penuh
Komdigi sudah memberi tenggat kepada operator untuk menyesuaikan paketnya dengan putusan MK. Namun hingga awal Oktober 2026, masih ada paket yang belum sepenuhnya mengikuti aturan. Artinya kamu masih perlu teliti memilih paket, setidaknya sampai semua operator menyesuaikan diri.
Putusan MK ini bukan cuma soal kuota. Ia menegaskan prinsip yang lebih besar: layanan telekomunikasi adalah kebutuhan dasar, dan konsumen tidak boleh dirugikan dari barang yang sudah dibayar.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

