Pricio

Survei: Konsumen RI Pilih RAM Ketimbang Chipset saat Beli HP

OlehRedaksi Pricio

Survei: Konsumen RI Pilih RAM Ketimbang Chipset saat Beli HP

Saat hendak membeli HP baru, apa yang paling menentukan pilihan Anda: kamera, merek, atau daya tahan baterai? Survei terbaru 91mobiles Indonesia bertajuk Smartphone Buyer Insights Survey 2026 memberi jawaban yang cukup mengejutkan.

Survei yang menjaring lebih dari 2.000 responden di seluruh Indonesia sepanjang Agustus 2026 ini menemukan bahwa performa atau kecepatan menjadi faktor terpenting bagi mayoritas konsumen, dengan porsi mencapai 54 persen.

Angka tersebut jauh melampaui faktor populer lain seperti kamera yang hanya dipilih 11,2 persen responden dan nama merek sebesar 11,1 persen. Ketahanan bodi menyusul di angka 7,8 persen, software 6,4 persen, baterai 5,5 persen, desain bodi 2,3 persen, fitur AI 0,9 persen, dan kualitas layar hanya 0,8 persen.

RAM Dinilai Lebih Penting dari Chipset

Temuan yang lebih menarik muncul ketika responden diminta mengerucutkan aspek performa yang paling penting. Sebanyak 40,7 persen menyatakan kapasitas RAM dalam satuan GB adalah spesifikasi paling krusial.

Porsi itu melampaui pertimbangan merek chipset seperti Snapdragon, MediaTek, atau Exynos yang berada di posisi kedua dengan 25,5 persen. Sisanya menilai clock speed sebesar 20,1 persen, skor benchmark 8,7 persen, dan fitur khusus gaming 5,0 persen.

Tingginya prioritas pada RAM diduga berkaitan dengan sensitivitas konsumen terhadap kenaikan harga memori di pasaran. Konsumen semakin cermat membandingkan kapasitas memori yang ditawarkan, terutama di tengah kekhawatiran produsen memangkas memori demi menekan biaya produksi.

Kenapa RAM Jadi Patokan Utama?

Jawabannya sederhana: RAM adalah hal yang paling terasa sehari-hari. HP dengan RAM lega jarang reload aplikasi, multitasking lebih mulus, dan kamera lebih cepat memproses foto. Sebaliknya, merek chipset hanya terasa di gim berat atau benchmark yang jarang dibuka kebanyakan orang.

Kondisi pasar ikut memperkuat persepsi ini. Harga memori global berfluktuasi, dan konsumen khawatir vendor menyunat RAM demi menekan harga jual. Akibatnya pembeli makin teliti membaca lembar spesifikasi: RAM berapa GB, bukan sekadar chipset apa.

Praktisnya, untuk pemakaian 2026 patokan amannya: 4GB untuk pemakaian ringan, 6-8GB untuk harian nyaman, 12GB ke atas untuk gaming dan konten. Di bawah itu, HP akan terasa lemot jauh sebelum chipsetnya ketinggalan zaman.

Baca Juga

RAM HP Cepat Penuh? Ini 5 Cara Mengatasinya

HP vivo RAM lega

Merek Chipset Bukan Tidak Penting

HP baterai besar

Posisi kedua untuk merek chipset (25,5 persen) menunjukkan konsumen tetap peduli dapur pacu, hanya caranya berbeda. Mereka tidak fanatik pada satu merek, tapi membandingkan kelasnya: seri Snapdragon 7 lawan Dimensity 7000, atau Helio G lawan Unisoc T.

Clock speed di posisi ketiga (20,1 persen) menegaskan hal yang sama: konsumen melihat angka yang konkret. GHz, GB, dan skor AnTuTu lebih dipercaya daripada jargon marketing. Skor benchmark sendiri hanya dipilih 8,7 persen, artinya angka sintetis bukan penentu utama.

Pelajaran buat pembeli: jangan terpaku pada nama chipset. Bandingkan generasi dan kelasnya, lalu pastikan RAM-nya cukup. HP dengan chipset kelas menengah + RAM 8GB hampir selalu lebih nyaman daripada chipset flagship lawas + RAM 4GB.

Konsumen Indonesia Dinilai Rasional

Secara keseluruhan, hasil survei ini menegaskan bahwa konsumen Tanah Air cukup rasional saat memilih ponsel. Fokus mereka tertuju pada mesin dan spesifikasi murni yang menopang kelancaran pemakaian sehari-hari, bukan sekadar nama merek atau gimmick fitur.

Temuan ini juga menjadi sinyal bagi vendor: di tengah perlombaan menonjolkan AI dan layar lipat, dapur pacu yang kencang dengan RAM lega tetap menjadi penentu utama keputusan beli di Indonesia.

Riset ini diselenggarakan melalui situs resmi 91mobiles Indonesia dan jejaring media sosialnya, dengan responden tersebar dari berbagai daerah. Mayoritas peserta survei adalah pengguna aktif yang rutin mengikuti perkembangan gadget, sehingga hasilnya cukup mencerminkan suara pasar ponsel Tanah Air saat ini.

Cara Memakai Hasil Survei Ini Saat Beli HP

Pertama, tentukan bujet lalu saring HP dengan RAM minimal 8GB di kelas harga itu. Kedua, bandingkan chipset sekelasnya dari sisi efisiensi daya dan panas, bukan sekadar merek. Ketiga, cek memori internal dan slot microSD kalau hobimu menyimpan banyak foto.

Terakhir, sesuaikan dengan kebutuhan nyata. Tukang ojek online butuh baterai besar, kreator konten butuh kamera OIS, gamer butuh chipset kencang plus pendingin. Survei ini memberi kompas, tapi keputusan akhir tetap di tangan dan kantongmu.

Baca Juga

Survei: 1 dari 3 Orang Indonesia Doyan Upgrade HP

Survei: Konsumen RI Pilih RAM Ketimbang Chipset saat Beli HP

Apa temuan utama survei 91mobiles Indonesia 2026?

Performa dipilih 54 persen responden sebagai faktor terpenting, jauh di atas kamera 11,2 persen dan merek 11,1 persen. Dari sisi performa, RAM dipilih 40,7 persen mengalahkan merek chipset 25,5 persen.

Berapa RAM ideal untuk HP 2026?

Minimal 8GB untuk pemakaian harian nyaman. 4GB cukup untuk pemakaian ringan, 12GB ke atas untuk gaming dan konten berat.

Apakah merek chipset tidak penting?

Tetap penting di posisi kedua 25,5 persen, tapi konsumen lebih melihat kelas dan generasinya daripada fanatik merek tertentu.

Kenapa konsumen lebih peduli RAM?

RAM paling terasa sehari-hari dalam multitasking, plus kekhawatiran harga memori naik dan vendor menyunat RAM demi menekan harga.

Bagaimana cara memilih HP dari hasil survei ini?

Saring berdasarkan RAM minimal 8GB di bujetmu, bandingkan chipset sekelasnya, lalu sesuaikan baterai, kamera, dan memori dengan kebutuhan nyata.

Redaksi PricioAuthor

Redaksi Pricio

Content Writer

Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.

Selengkapnya

Related Article

Survei: Konsumen RI Pilih RAM Ketimbang Chipset saat Beli HP | Pricio