Survei: 1 dari 3 Orang Indonesia Doyan Upgrade HP
OlehRedaksi Pricio

Kenapa orang Indonesia membeli HP baru? Jawabannya tidak selalu karena ponsel lama sudah rusak. Sebagian konsumen mengganti perangkat hanya karena ingin merasakan teknologi yang lebih baru.
Temuan ini muncul dalam survei "Smartphone Buyer Insights Survey 2026" yang digelar 91Mobiles Indonesia. Survei daring ini diikuti lebih dari 2.000 responden dari berbagai wilayah Indonesia sepanjang Agustus 2026, dengan komposisi 82 persen responden laki-laki dan 18 persen perempuan.
Sebanyak 60,2 persen responden mengaku membeli HP baru karena ponsel lama sudah tidak berfungsi optimal atau performanya menurun. Namun 30,7 persen responden mengganti ponsel karena ingin perangkat yang lebih canggih atau model terbaru. Artinya, hampir 1 dari 3 orang Indonesia membeli HP baru demi teknologi terkini.
Sisanya, 6,2 persen responden membeli HP baru karena promo atau penawaran menarik, sementara 2,9 persen punya alasan lain di luar pilihan tersebut.
Menariknya, ketertarikan pada teknologi baru tidak membuat konsumen cepat ganti perangkat. Sebanyak 80,5 persen responden mengaku mengganti ponsel setelah memakainya lebih dari 2 tahun. Hanya 19,6 persen yang ganti dalam 2 tahun atau kurang, dengan rincian 15,7 persen setelah 1-2 tahun, 3 persen setelah 6 bulan, dan 0,9 persen kurang dari 6 bulan.
Sebelum membeli, konsumen Indonesia rajin riset online. Sebanyak 35,9 persen responden menonton review ponsel di YouTube, 30,2 persen mengandalkan situs gadget seperti 91Mobiles Indonesia, dan 17,3 persen mencari info lewat situs e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Sisanya mengandalkan info offline: 12,7 persen datang langsung ke toko dan 4 persen ikut rekomendasi teman atau keluarga.
Survei ini juga mengukur HP yang paling dinanti. Di kelas flagship, Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra memimpin dengan 18,8 persen, disusul iPhone 18 dan iPhone 18 Pro dengan 12 persen, Huawei Pura 90s Pro Series sebesar 9,7 persen, Vivo X500 series sebesar 7,2 persen, dan Oppo Find X10 series sebesar 6,6 persen. Uniknya, iPhone Duo yang jadi HP lipat perdana Apple hanya dipilih 1,7 persen responden.
Di kelas menengah, Huawei Nova 15 Pro paling dinanti dengan 15,7 persen suara, disusul Redmi Note 17 dengan 13,6 persen dan Oppo A7 Pro Max dengan 8,8 persen.
Baca Juga
Redmi Note 14 vs Redmi Note 17 5G, Pilih Mana
Hasil survei ini menegaskan pola belanja HP orang Indonesia: ingin teknologi baru, tapi tetap memakai ponsel lama selama mungkin. Buat produsen, ini sinyal bahwa upgrade yang benar-benar terasa jadi kunci memenangkan hati pembeli.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

