Samsung Alihkan Produksi Modul DDR5, Fokus Garap HBM
OlehRedaksi Pricio

Samsung kembali menata ulang strategi bisnis memorinya. Melalui unit Samsung Device Solutions, raksasa asal Korea Selatan itu dikabarkan akan menyerahkan seluruh tambahan produksi modul memori konvensional kepada mitra OSAT, alih-alih memperbesar kapasitas pabrik milik sendiri.
Perlu dicatat, yang dialihkan bukan pembuatan chipnya. Samsung tetap memproduksi chip DRAM DDR5 dan NAND sendiri. Yang diserahkan ke pihak luar hanyalah tahap perakitan akhir, yakni memasang chip yang sudah jadi ke papan sirkuit hingga menjadi modul DDR5 atau SSD siap pakai untuk PC, server, dan laptop.
Menurut laporan Theelec.net, Samsung tengah mendorong para mitra OSAT (outsourced semiconductor assembly and test) untuk memperluas lini produksi. Perusahaan memilih menambah alokasi produksi ke pihak ketiga ketimbang membangun kapasitas baru di pabrik sendiri.
Langkah ini berkaitan erat dengan ambisi Samsung di segmen memori kelas atas. Perusahaan dijadwalkan mulai membangun pabrik HBM baru senilai 6 triliun won di kompleks Onyang bulan ini, meski proses pembangunannya diperkirakan memakan waktu beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, pabrik back-end baru senilai 1,5 miliar dolar AS di Vietnam utara justru akan dikhususkan untuk pengujian produk memori generasi lama, mencakup DDR4, LPDDR4, NAND flash, dan UFS. Akibatnya, kapasitas internal yang tersisa untuk menambah produksi modul konvensional menjadi terbatas.
Sejumlah mitra outsourcing pun ikut berekspansi mengikuti strategi Samsung. Dreamtech mulai memproduksi massal modul DDR5 di India sejak November tahun lalu dan kini ikut memperbesar lini produksinya.
Hanyang Digitech tengah berupaya meningkatkan produktivitas pabrik modul memori miliknya di Vietnam, dengan menanamkan investasi lebih dari 31,5 miliar won pada semester pertama tahun ini untuk mendatangkan mesin baru sekaligus mengotomatisasi proses produksinya.
SFA Semicon memindahkan peralatan pengujian dan perakitan modul DDR5 yang sebelumnya dipakai di kompleks Onyang milik Samsung ke pabriknya di Filipina. Perusahaan itu tetap menangani pengemasan chip memori di pabriknya sendiri di Cheonan, Korea Selatan.
Bagi konsumen, strategi ini menegaskan bahwa fokus industri kini tertuju pada HBM untuk kebutuhan kecerdasan buatan. Di sisi lain, kabar ini muncul tak lama setelah Samsung menaikkan harga DRAM dan NAND untuk HP sebesar 7-10 persen, sehingga stabilitas harga RAM dan penyimpanan tetap layak dipantau.
Baca Juga
Samsung belum mengumumkan target penyelesaian pabrik HBM Onyang. Yang jelas, peralihan produksi modul konvensional ke mitra outsourcing menandai babak baru strategi memori Samsung di tengah ledakan permintaan chip AI.
Baca Juga
FAQ Samsung Alihkan Produksi Modul DDR5, Fokus Garap HBM
Apakah Samsung berhenti memproduksi chip DDR5?
Tidak. Samsung tetap memproduksi chip DRAM DDR5 dan NAND sendiri. Yang dialihkan ke mitra OSAT hanya tahap perakitan akhir menjadi modul DDR5 atau SSD siap pakai.
Apa itu OSAT?
OSAT adalah singkatan dari outsourced semiconductor assembly and test, yaitu perusahaan yang mengerjakan proses perakitan dan pengujian chip untuk pihak lain seperti Dreamtech, Hanyang Digitech, dan SFA Semicon.
Mengapa Samsung fokus ke HBM?
HBM adalah memori bandwidth tinggi yang permintaannya meledak untuk kebutuhan AI. Samsung sampai membangun pabrik HBM baru senilai 6 triliun won di Onyang, Korea Selatan.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

