Harga Redmi A7 Pro dan POCO X8 Pro Series Naik per 10 Agustus 2026
OlehBangkit Manalu

Kenaikan harga Redmi dan POCO mulai berlaku 10 Agustus 2026
Sejumlah ponsel dan tablet Redmi serta POCO di Indonesia mengalami penyesuaian harga. Kenaikan ini berlaku mulai 10 Agustus 2026. Produk yang terdampak adalah Redmi A7 Pro, Redmi Pad 2 Pro, Redmi Pad 2 9.7, dan seluruh lini POCO X8 Pro Series. Penyesuaian terjadi di toko offline, official store, dan sebagian toko online.
Pengecekan harga di toko online pada 11 Agustus 2026 menunjukkan rata-rata harga memang naik. Harga lama pada tabel mengacu pada harga Juli 2026, kecuali Redmi A7 Pro, Redmi Pad 2 Pro, dan Redmi Pad 2 9.7 yang mengacu pada harga sebelum penyesuaian 10 Agustus 2026.
Ini penyesuaian ketiga untuk POCO X8 Pro Series
Kenaikan Agustus ini bukan yang pertama untuk POCO X8 Pro Series. Sejak diluncurkan pada April 2026, seri ini sudah mengalami penyesuaian harga pada Juni dan Juli 2026. Agustus menjadi yang ketiga.
Baca Juga
Harga HP Bekas Ikut Melambung, Bukan Cuma HP Baru yang Mahal
Redmi A7 Pro menggunakan chipset UNISOC T7250, layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz, dan baterai 6.000 mAh. Redmi Pad 2 Pro memiliki baterai 12.000 mAh dengan chipset Snapdragon 7s Gen 4. Redmi Pad 2 9.7 membawa baterai 7.600 mAh dan chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2.
POCO X8 Pro memakai chipset Dimensity 8500 Ultra dan baterai silikon karbon 6.500 mAh dengan pengisian 100W. POCO X8 Pro Max menggunakan chipset Dimensity 9500s dan baterai 8.500 mAh dengan kecepatan pengisian yang sama.
Penyebab kenaikan: harga RAM melonjak
Kenaikan harga Redmi dan POCO mencerminkan situasi industri elektronik global. Brand lain melakukan hal serupa. Samsung menaikkan harga ponsel yang telah rilis. Infinix juga.
Lembaga riset IDC dan Counterpoint Research menyebut hampir seluruh vendor smartphone hingga laptop berpotensi menaikkan harga produk sepanjang 2026. Penyebab utamanya adalah melonjaknya harga RAM.
Lonjakan ini dipicu ledakan permintaan chip memori berkecepatan tinggi atau HBM untuk server pusat data AI. Produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron disebut mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya ke segmen HBM. Marginnya lebih menguntungkan. Pasokan DRAM untuk ponsel dan laptop ikut menipis, harganya naik.
Apple dan Samsung juga disebut-sebut merasakan tekanan biaya produksi yang sama. Tren kenaikan harga serupa kemungkinan akan berlanjut selama krisis pasokan RAM global belum mereda.
Belum ada data independen yang memverifikasi bahwa kenaikan komponen sepenuhnya sebanding dengan besaran kenaikan harga jual di Indonesia.
AuthorBangkit Manalu
Content Writer
penulis yang mengulas berbagai gadget dan inovasi teknologi terbaru. Berkomitmen memberikan informasi yang aktual, objektif, dan relevan bagi pembaca.
Selengkapnya


