Harga HP Bekas Ikut Melambung, Bukan Cuma HP Baru yang Mahal
OlehAnnisa

Pasar HP Baru Anjlok, HP Bekas Jadi Alternatif — Tapi Harganya Ikut Naik
Penjualan HP baru global diprediksi turun 14,8% pada 2026, menurut data FDM CCS Insight. Pada kuartal pertama 2026, penjualan sudah turun 4,4% secara year-on-year. Penyebab utamanya lonjakan biaya komponen, terutama memori DRAM dan NAND flash. Kelangkaan ini dipicu permintaan besar dari data center AI dan infrastruktur berbasis AI. Biaya memori kini menyumbang lebih dari 30% dari total biaya material beberapa ponsel. Dampaknya paling terasa di segmen entry-level. Harga HP kelas bawah melonjak lebih dari 50% dibanding tahun lalu. Akibatnya, konsumen mulai beralih ke HP bekas. Ben Hatton, analis riset FDM CCS Insight, menyebut konsumen yang mencari HP di bawah 500 dolar AS (sekitar Rp 8,9 juta) paling terdampak. Penjualan HP bekas tercatat tumbuh 4% pada Q1 2026, dan diprediksi melesat 15,4% secara global akhir tahun.
Kenapa Harga HP Bekas Ikut Naik?
Permintaan HP bekas melonjak, tapi pasokan terbatas. Stok HP bekas sangat bergantung pada program tukar tambah (trade-in) dan buyback. Saat ini, stok yang paling banyak tersedia justru HP premium (di atas 750 dolar AS atau Rp 13,4 juta). Ini menciptakan ketimpangan: permintaan HP murah tinggi, tapi yang tersedia mayoritas mahal. Hatton mengatakan bahwa demand jauh melampaui supply di pasar global. Alhasil, harga HP bekas ikut melambung. Belum ada data independen yang memverifikasi apakah kenaikan harga ini bersifat sementara atau struktural. Jika harga komponen tidak stabil, kenaikan harga HP bekas diprediksi berlanjut hingga 2027.
Baca Juga
iPhone 18 Diprediksi Naik Harga 15-27% Berdasarkan Bocoran
Catatan: Apakah Tren Ini Berkelanjutan?
Data kenaikan harga HP bekas memang sesuai logika pasar — permintaan naik, pasokan terbatas, harga naik. Namun, perlu diingat bahwa pasar HP bekas belum sepenuhnya terorganisir. Angka pertumbuhan 4% dan prediksi 15,4% berasal dari data internal FDM CCS Insight. Belum ada verifikasi independen yang memastikan akurasi angka tersebut. Kelangkaan memori juga belum jelas kapan akan mereda. Tanpa perbaikan rantai pasok, baik HP baru maupun bekas akan terus mengalami tekanan harga. Untuk konsumen, pilihan kini semakin sempit: bayar mahal untuk HP baru, atau bayar hampir sama mahalnya untuk HP bekas.
AuthorAnnisa
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

