Harga Laptop Windows Naik Lagi, Lisensi Windows 11 Jadi Biang Keroknya
OlehBangkit Manalu

Harga laptop Windows diprediksi naik setelah Microsoft menaikkan biaya lisensi Windows 11 untuk produsen.
Kenaikan biaya lisensi ini resmi berlaku sejak 12 Agustus 2026. Angkanya berkisar 7 hingga 10 persen, jauh di atas kenaikan tahunan yang biasanya hanya 1–3 persen.
Salah satu vendor PC menyebutkan bahwa Microsoft memang rutin menaikkan biaya lisensi hampir setiap tahun. Tapi kenaikan kali ini di angka satu digit yang besar, dan itu yang membuat pelaku industri kaget.
Besaran kenaikan: produsen besar kena 7 persen, yang kecil lebih berat
Menurut laporan yang dikutip dari GSMArena dan Techpowerup, produsen besar dengan volume penjualan tinggi seperti Dell, ASUS, dan HP dikabarkan akan terkena kenaikan sekitar 7 persen. Sementara produsen kecil kemungkinan kena persentase lebih tinggi lagi.
Belum ada data independen yang memverifikasi angka pasti kenaikan per vendor.
Baca Juga
Daftar Laptop HP Murah 2026, Harga Mulai Rp4,5 Juta
Kenapa ini jadi masalah?
Margin produsen sudah tipis karena harga komponen hardware naik. Sekarang biaya lisensi software ikut naik.
Beban tambahan itu kemungkinan besar dibebankan ke pembeli. Artinya, harga laptop Windows di tingkat konsumen berpotensi naik.
Opsi tanpa Windows bisa kembali
Kenaikan biaya lisensi ini bisa mendorong produsen memberi dua opsi: laptop dengan Windows dan laptop tanpa Windows.
Strategi ini pernah dipakai sekitar era 2017 ke bawah. Banyak laptop dijual tanpa sistem operasi dari pabrik, dan pembeli yang mau hemat tinggal instal sendiri.
Kalau kamu berencana beli laptop baru, momen sekarang mungkin lebih baik daripada menunggu terlalu lama. Tapi kepastian soal harga jual belum ada semua masih tergantung kebijakan tiap produsen.
AuthorBangkit Manalu
Content Writer
penulis yang mengulas berbagai gadget dan inovasi teknologi terbaru. Berkomitmen memberikan informasi yang aktual, objektif, dan relevan bagi pembaca.
Selengkapnya



