Kekurangan POCO M8 Power dan Cara Mengatasinya
OlehRedaksi Pricio

Poco M8 Power sedang jadi bahan pembicaraan berkat baterai silikon-karbon 8.000 mAh, layar AMOLED 7,0 inci 120 Hz, dan harga mulai Rp2 jutaan. Di atas kertas paketnya menggiurkan, tetapi seperti HP Rp2 jutaan lainnya, ada sejumlah kompromi yang perlu kamu tahu sebelum membeli.
Kabar baiknya, hampir semua kekurangan Poco M8 Power bisa diakali dengan pengaturan atau aksesori yang tepat. Berikut daftar lengkapnya beserta cara mengatasinya.

1. Bodi 225 gram terasa berat
Dengan baterai 8.000 mAh di dalam, bobot Poco M8 Power mencapai 225 gram dengan ketebalan 8,5 mm. Dipakai satu tangan dalam waktu lama, pergelangan tangan cepat pegal.
Cara mengatasinya: gunakan case tipis berbahan silikon agar genggaman lebih kesat, aktifkan mode satu tangan di HyperOS 3 (Pengaturan > Setelan tambahan > Mode satu tangan), dan biasakan menopang bawah HP dengan jari kelingking saat menonton video. Untuk pemakaian lama, sandarkan HP ke stand atau popsocket.
2. Tidak ada kamera ultrawide
Kamera belakangnya hanya ganda: 50 MP wide dengan OIS plus 2 MP depth. Tidak ada lensa ultrawide, jadi foto landscape lebar atau foto grup di ruang sempit kurang leluasa dibanding rival yang punya ultrawide 8 MP.
Cara mengatasinya: manfaatkan mode panorama untuk foto lebar, mundur beberapa langkah saat foto grup, dan maksimalkan kamera utama 50 MP yang sudah OIS untuk foto malam. Hasil crop 2x dari sensor 50 MP masih tajam untuk kebutuhan media sosial.
3. Kamera selfie 8 MP standar
Kamera depan 8 MP f/2.0 memang cukup untuk video call, tetapi detailnya kalah dari rival 13 MP atau 16 MP di kelas yang sama. Hasil selfie malam hari juga cenderung soft.
Cara mengatasinya: selfie di tempat terang atau dekat jendela, aktifkan AI Beauty level rendah agar detail tidak hilang, dan gunakan kamera belakang untuk swafoto penting dengan bantuan timer. Mode malam di kamera belakang jauh lebih baik untuk foto low-light.
Baca Juga
Poco M8 Power Resmi di India, Baterai 8.000 mAh dan Layar 120 Hz

4. Video mentok 1080p 30fps
Perekaman video maksimal 1080p 30fps tanpa opsi 60fps atau 4K. Buat yang sering bikin konten, gerakannya terasa kurang mulus dan tidak ada ruang untuk slow motion berkualitas.
Cara mengatasinya: kunci fokus dan exposure sebelum merekam agar hasil stabil, gunakan gimbal atau tripod kecil untuk gerakan halus, dan rekam di cahaya cukup supaya noise minim. Untuk konten serius, manfaatkan mode foto 50 MP lalu buat slideshow sinematik sebagai alternatif.
5. Tidak ada jack audio 3,5 mm
Poco M8 Power menghilangkan lubang jack audio. Pemilik earphone kabel harus memakai adapter atau beralih ke TWS.
Cara mengatasinya: beli dongle USB-C to 3,5 mm seharga puluhan ribu rupiah dan simpan di dompet, atau manfaatkan Bluetooth 5.1 yang sudah hemat daya untuk TWS. Kualitas suara lewat dongle digital umumnya setara atau lebih baik dari jack analog bawaan.
6. Charging 45W terasa lama untuk 8.000 mAh
Baterai jumbo butuh waktu isi yang lama. Dengan 45W, mengisi 8.000 mAh dari kosong sampai penuh memakan waktu sekitar 1,5 jam, kalah kencang dari rival 67W atau 90W.
Cara mengatasinya: biasakan mengisi daya di malam hari atau saat istirahat panjang, aktifkan pengisian daya teroptimasi di pengaturan baterai agar kesehatan baterai awet, dan manfaatkan daya tahan dua harinya sehingga kamu tidak perlu ngecas setiap hari. Power bank 22,5W cukup sebagai cadangan darurat.

7. RAM 6 GB dan bloatware HyperOS
RAM 6 GB LPDDR standar plus aplikasi bawaan HyperOS 3 yang cukup banyak membuat multitasking berat sesekali reload aplikasi. Penyimpanan 128 GB UFS 2.2 juga bukan yang terkencang.
Cara mengatasinya: hapus atau nonaktifkan aplikasi bawaan yang tidak dipakai lewat Pengaturan > Aplikasi, matikan auto-start aplikasi yang jarang dibuka, aktifkan fitur Extended RAM 4 GB, dan bersihkan cache berkala. Dengan perawatan ini, performanya cukup untuk gim populer di setting menengah.
Spesifikasi singkat Poco M8 Power
| Bagian | Detail |
|---|---|
| Layar | AMOLED 7,0 inci 120 Hz, 1800 nits |
| Chipset | Snapdragon 4 Gen 4 (4 nm) |
| RAM/Storage | 6 GB / 128 GB |
| Kamera belakang | 50 MP OIS + 2 MP depth |
| Kamera depan | 8 MP |
| Baterai | 8.000 mAh, 45W |
| Fitur lain | NFC, IP65, Gorilla Glass 7i |
| Harga | Mulai Rp2.399.900 |
Kesimpulan
Kekurangan Poco M8 Power sebagian besar soal kompromi kelas harga: tanpa ultrawide, video 1080p, tanpa jack audio, dan charging 45W. Sebagai gantinya kamu dapat baterai 8.000 mAh, layar AMOLED raksasa 7 inci, dan NFC. Selama tujuh trik di atas kamu praktikkan, HP ini tetap nyaman dipakai harian.
Baca Juga
Poco M8 Power Segera Hadir, Rebrand dari Redmi Note 17
FAQ Kekurangan POCO M8 Power
Apakah Poco M8 Power punya kamera ultrawide?
Tidak. Kamera belakangnya hanya 50 MP wide dengan OIS plus 2 MP depth. Untuk foto lebar gunakan mode panorama atau manfaatkan crop 2x dari sensor utama 50 MP.
Berapa lama ngecas Poco M8 Power 8000 mAh?
Dengan fast charging 45W, pengisian dari kosong sampai penuh memakan waktu sekitar 1,5 jam. Biasakan mengisi daya semalaman karena baterainya tahan dua hari.
Apakah Poco M8 Power ada jack audio?
Tidak ada. Gunakan dongle USB-C to 3,5 mm untuk earphone kabel atau beralih ke TWS lewat Bluetooth 5.1.
Apakah Poco M8 Power cocok untuk main gim?
Cocok untuk gim populer di setting menengah berkat Snapdragon 4 Gen 4 dan layar AMOLED 120 Hz. Aktifkan Extended RAM dan tutup aplikasi latar agar performanya maksimal.
Apakah Poco M8 Power mendukung NFC?
Ya, Poco M8 Power mendukung NFC untuk pembayaran digital dan cek saldo e-money, plus bodi IP65 tahan debu dan cipratan air.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

