YouTube Perluas Premium Lite, Syarat Revenue Sharing Diperketat
OlehRedaksi Pricio

YouTube akan memperluas ketersediaan YouTube Premium Lite ke semua negara yang saat ini sudah memiliki Premium, sekaligus menaikkan syarat monetisasi untuk YouTube Partner Program (YPP). Program yang sudah berjalan dua dekade ini kini memiliki lebih dari 3 juta kreator, tetapi bagi yang ingin bergabung, ambang batasnya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.
Ambang Batas Baru YouTube Partner Program
Untuk video panjang (long-form), kreator kini membutuhkan 8.000 jam tayang, naik dari sebelumnya hanya 4.000 jam. Sementara untuk YouTube Shorts, syaratnya naik dari 10 juta views menjadi 20 juta views dalam 20 hari terakhir.
Selain itu, YPP menerapkan aturan baru: channel harus memiliki minimal 10 juta views Shorts dalam 90 hari untuk bisa menjalankan iklan dan menerima bagi hasil. Jika views turun di bawah angka tersebut, revenue sharing dihentikan sementara, tetapi channel tetap bisa dapat penghasilan dari video panjang. Iklan dan bagi hasil akan aktif kembali otomatis setelah channel kembali melampaui 10 juta views dalam 90 hari.
Insentif untuk Kreator di Bawah Ambang Batas
YouTube juga memberikan insentif bagi channel yang belum mencapai 10 juta views agar terus naik. Bentuknya berupa bonus untuk mengamankan kerja sama merek (brand deals), menandai lebih banyak produk untuk fitur shopping, dan sebagainya.
Masih ada beberapa persyaratan tambahan yang bisa kamu simak dalam video penjelasan di bawah. Meski aturan diperketat, YouTube mengklaim akan membayar lebih banyak kepada kreator tahun depan dibandingkan tahun ini.
Baca Juga
10 HP Content Creator Pemula Terbaik 2026, Mulai 1 Jutaan!
Perluasan YouTube Premium Lite dan Pembagian Pendapatan
Bagian dari strategi ini adalah memperluas YouTube Premium Lite ke semua negara yang memiliki layanan Premium. Lite menawarkan pengalaman bebas iklan serta fitur unduh video untuk ditonton offline, kecuali untuk Shorts dan video musik. Daftar negara yang sudah mendapat akses Premium Lite bisa dilihat di laman resmi YouTube.
Bagaimana Pendapatan Langganan Dibagikan?
Uang dari langganan premium dikumpulkan dalam satu pool, dengan komposisi 30% dari pendapatan Premium dan 60% dari pendapatan Premium Lite. Sisanya digunakan untuk operasional YouTube dan pembayaran ke mitra musik. Dana dari pool ini kemudian didistribusikan ke kreator berdasarkan watch time dan views dari member Premium, dengan pembagian 55% untuk video panjang dan 45% untuk video pendek.
Menurut YouTube, views dari pelanggan Premium nilainya lebih tinggi daripada views dari iklan. "Saat pengguna mendaftar Premium, partner rata-rata mendapat penghasilan lebih besar dibandingkan saat pengguna menonton iklan," tulis YouTube dalam blog resminya.
Bagi kreator, ada baiknya membaca blog post lengkap untuk memahami semua perubahan. Selain itu, kreator wajib meninjau dan menandatangani ketentuan baru pada 1 Februari tahun depan.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya


