Pricio

vivo X500 Pro Debut, Kamera Zeiss 200 MP Dimensity 9600

OlehRedaksi Pricio

vivo X500 Pro Debut, Kamera Zeiss 200 MP Dimensity 9600

Peta flagship Android akhir 2026 makin ramai. vivo resmi memperkenalkan vivo X500 Pro dan vivo X500 Pro Max di China pada 21 September 2026, lengkap dengan chipset terbaru MediaTek dan sistem kamera Zeiss generasi baru.

Dua ponsel ini ditenagai MediaTek Dimensity 9600 Pro yang dikembangkan bersama antara vivo dan MediaTek. Chip ini memuat lebih dari 33 miliar transistor dengan susunan CPU 2+3+3 yang seluruhnya berisi inti besar, plus cache 34,5 MB. Klaimnya, performa single-core naik 17 persen dan multi-core naik 15 persen dibanding generasi sebelumnya, sementara konsumsi daya puncak multi-core turun 61 persen. Chip ini juga menjadi yang pertama mendukung memori LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0.

Layar dan Kamera vivo X500 Pro

vivo X500 Pro memakai layar 6,36 inci berbahan pemancar cahaya Q11 hasil pengembangan bersama BOE. Panel LTPO 8T ini mendukung refresh rate adaptif hingga 144 Hz, Dolby Vision, HDR10+, dan kecerahan minimum 1 nit lewat pengaturan hardware. Kenyamanan mata dijaga lewat polarisasi sirkular 2.0 dan sertifikasi cahaya biru rendah SGS.

Kamera menjadi jualan utama. Sensor BlueTouch 900 diklaim sebagai yang pertama di kelasnya dengan rentang dinamis 17EV, berguna saat memotret kontra cahaya atau senja. Sensor ini berada di balik kamera utama Zeiss 50 MP dengan sistem VCS 4.0, lapisan Zeiss T*, dan kaca penyerap warna biru. Kamera telefoto memakai sensor Sony LYTIA 610 64 MP dengan panjang fokus 85 mm, sementara ultrawide dan selfie masing-masing 50 MP. Dayanya berasal dari baterai 6.510 mAh dengan charging kabel 90 W dan nirkabel 40 W.

Kamera 200 MP di vivo X500 Pro Max

Varian Max tampil dengan layar 6,85 inci berbasis panel Q11 2K yang disebut sebagai Zeiss Master Color Screen pertama di dunia. Perbedaan terbesar ada di kamera belakang: super telefoto Zeiss APO 200 MP dengan sensor 1/1,4 inci yang mendukung zoom lossless 4x di level hardware.

Baca Juga

vivo X500 Pro Max Tampil dalam Semua Pilihan Warna, Ini Desainnya

Untuk menjaga objek bergerak tetap tajam saat zoom jauh, vivo mengerahkan sistem pelacakan telefoto optik, frame rate tinggi 60 fps, dan mesin algoritma NICE. Kedua model juga bisa dipasangkan teleconverter Zeiss G2 Ultra yang setara focal length 400 mm. Baterainya jumbo 8.000 mAh dengan charging 90 W kabel dan 40 W nirkabel.

Harga dan Peluang Masuk Indonesia

Seri ini dibanderol mulai 6.499 yuan di China dengan pra-pesan yang sudah dibuka. Kabar baiknya, vivo X500 Pro Max dengan nomor model V2610 sudah mengantongi sertifikasi TKDN Kementerian Perindustrian dengan nilai 40,33 persen, jauh di atas ambang batas minimal 35 persen. Meski begitu, vivo belum mengumumkan tanggal penjualan resmi di Indonesia, dan varian Pro reguler belum muncul di database TKDN. Harga China ini belum termasuk pajak dan biaya distribusi lokal.

FAQ vivo X500 Pro Debut, Kamera Zeiss 200 MP Dimensity 9600

Berapa harga vivo X500 Pro series di China?

Seri ini dibanderol mulai 6.499 yuan di China, belum termasuk pajak dan biaya distribusi, dan belum mencerminkan harga resmi Indonesia.

Apakah vivo X500 Pro Max masuk Indonesia?

Peluangnya besar karena model V2610 sudah lolos TKDN 40,33 persen, tetapi vivo belum mengumumkan tanggal penjualan resminya.

Apa keunggulan kamera vivo X500 Pro Max?

Super telefoto Zeiss APO 200 MP dengan zoom lossless 4x hardware, plus teleconverter Zeiss G2 Ultra opsional setara 400 mm.

Chipset apa yang dipakai vivo X500 Pro?

MediaTek Dimensity 9600 Pro dengan CPU 2+3+3 full big core, cache 34,5 MB, serta dukungan LPDDR6 dan UFS 5.0 pertama di kelasnya.

Redaksi PricioAuthor

Redaksi Pricio

Content Writer

Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.

Selengkapnya

Related Article