Trump Bentuk Super Intelligence Force, Awasi AI AS
OlehRedaksi Pricio

Siapa yang mengawasi arah kecerdasan buatan di negara adidaya? Amerika Serikat baru saja menjawabnya dengan cara yang tidak biasa. Presiden Donald Trump mengumumkan pembentukan satgas khusus bernama Super Intelligence Force pada Minggu, 4 Oktober 2026 waktu setempat, yang bertugas mengoordinasikan seluruh hubungan pemerintah federal dengan dunia AI.
Pengumumannya disampaikan langsung lewat unggahan di platform Truth Social milik Trump. Ia memperkenalkan satgas ini sebagai wadah yang akan memastikan Amerika Serikat tetap memimpin dunia di bidang kecerdasan buatan.

Dipimpin Direktur Intelijen Nasional
Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton ditunjuk sebagai pemimpin satgas. Anggotanya adalah Ketua Federal Trade Commission Andrew Ferguson dan Wakil Menteri Pertahanan bidang Riset dan Rekayasa Emil Michael. Sejumlah media menyebut Direktur Office of Personnel Management Scott Kupor sebagai anggota keempat.
Satgas ini melapor langsung kepada Trump dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles. Tugasnya mencakup koordinasi dengan konsumen, kelompok kepentingan publik, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur kritis, hingga perusahaan AI.
Baca Juga
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Rilis, Chip 2 Nm dengan AI Agentic
Sosok Jay Clayton
Penunjukan Clayton sebenarnya sudah diperkirakan. Dua media besar sama-sama melaporkan sehari sebelumnya bahwa ia disiapkan untuk posisi tersebut. Sebelum memegang jabatan Direktur Intelijen Nasional, Clayton pernah menjabat jaksa federal untuk Distrik Selatan New York dan Ketua Securities and Exchange Commission.
Dalam sidang konfirmasinya di Senat pada Juli 2026, ia menilai AI sebagai teknologi yang mengubah permainan. Latar belakangnya di penegakan hukum dan regulasi pasar modal membuatnya dipandang cocok menjembatani kepentingan keamanan nasional dan industri teknologi.
Pengganti David Sacks
Posisi koordinator AI di Gedung Putih sebelumnya dijabat David Sacks, investor ventura yang harus mundur setelah masa jabatannya sebagai pegawai pemerintah khusus berakhir. Namun masih belum jelas apakah pengumuman ini sekaligus menjadi penunjukan resmi Clayton sebagai AI czar.
Trump juga pernah menyinggung rencana membentuk komite yang mengawasi seluruh ekosistem AI, dan Super Intelligence Force berpeluang menjalankan peran itu. Bagi industri gadget, arah kebijakan satgas ini patut dipantau karena berpotensi memengaruhi regulasi chip, aturan ekspor teknologi, sampai standar keamanan perangkat AI ke depan.
FAQ Super Intelligence Force
Apa itu Super Intelligence Force?
Satgas AI bentukan Presiden Trump yang diumumkan 4 Oktober 2026 untuk mengoordinasikan hubungan pemerintah federal AS dengan konsumen, organisasi publik, penyedia infrastruktur kritis, dan perusahaan AI.
Siapa pemimpin Super Intelligence Force?
Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton, didampingi Ketua FTC Andrew Ferguson, Wakil Menhan bidang Riset Emil Michael, dan disebut-sebut Direktur OPM Scott Kupor.
Mengapa satgas ini dibentuk?
Untuk memastikan AS tetap memimpin dunia di bidang AI sekaligus mengoordinasikan kebijakan antara keamanan nasional dan industri teknologi.
Siapa pendahulu koordinator AI Gedung Putih?
Investor ventura David Sacks, yang mundur setelah masa jabatannya sebagai pegawai pemerintah khusus berakhir.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

