Samsung Fokus HBM, Serahkan Produksi DDR5 ke Pihak Lain
OlehRedaksi Pricio

Samsung menata ulang strategi bisnis memorinya. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu berencana menyerahkan tambahan produksi modul memori konvensional kepada mitra outsourcing, agar bisa memusatkan sumber daya untuk memori kelas atas HBM yang permintaannya melonjak berkat kecerdasan buatan.
Kabar ini pertama kali dilaporkan Theelec.net. Menurut laporan tersebut, unit bisnis memori Samsung Device Solutions mendorong para mitra OSAT (outsourced semiconductor assembly and test) untuk memperluas lini produksi demi mengejar permintaan modul DDR5 dan SSD untuk PC, server, dan laptop.
Perlu dicatat, yang dialihkan bukan pembuatan chipnya. Samsung tetap memproduksi sendiri chip DRAM dan NAND. Yang diserahkan ke pihak luar hanya tahap perakitan akhir, yaitu memasang chip yang sudah jadi ke papan PCB hingga menjadi modul DDR5 atau SSD siap pakai. Proses ini memakai teknologi surface-mount yang relatif sederhana dibanding pengemasan canggih seperti HBM, sehingga mudah diperluas oleh mitra.
Alasan Samsung cukup jelas: kapasitas internalnya terbatas. Bulan ini perusahaan dijadwalkan mulai membangun pabrik HBM baru senilai 6 triliun won di kompleks Onyang, meski pembangunannya diperkirakan memakan waktu beberapa tahun. Di saat yang sama, pabrik back-end baru senilai 1,5 miliar dolar AS di Provinsi Thai Nguyen, Vietnam utara, dikhususkan untuk pengujian memori generasi lama seperti DDR4, LPDDR4, NAND flash, dan UFS. Akibatnya, nyaris tidak ada ruang tersisa di fasilitas internal untuk menambah produksi modul konvensional.
Baca Juga
Samsung Naikkan Harga DRAM dan NAND, HP 2027 Terancam Mahal
Sejalan dengan strategi itu, sejumlah mitra Samsung ikut memperluas fasilitas mereka. Dreamtech mulai memproduksi massal modul DDR5 di India sejak November tahun lalu dan kini memperbesar lini produksinya. Hanyang Digitech meningkatkan produktivitas pabrik modul memorinya di Vietnam dengan investasi lebih dari 31,5 miliar won pada semester pertama tahun ini untuk mesin baru dan otomasi.
Sementara itu SFA Semicon memindahkan peralatan pengujian dan perakitan modul DDR5 dari kompleks Onyang milik Samsung ke pabriknya di Filipina. Perusahaan itu tetap mengerjakan pengemasan fine-pitch ball grid array untuk chip memori di pabrik Cheonan, Provinsi Chungcheong Selatan, sedangkan pengujian akhir dan perakitan modul dikerjakan di Filipina.
Langkah ini menegaskan arah Samsung yang makin memprioritaskan memori bernilai tinggi seperti HBM di tengah lonjakan permintaan chip AI. Untuk produk konvensional yang masih dibutuhkan pasar PC, laptop, dan server, Samsung mengandalkan jaringan mitra global agar pasokan tetap terjaga tanpa mengorbankan fokusnya di segmen premium.
FAQ Fokus Kejar HBM, Samsung Serahkan Produksi DDR5 ke Pihak Lain
Apa yang dialihkan Samsung ke mitra outsourcing?
Samsung mengalihkan tahap perakitan akhir modul memori konvensional seperti DDR5 dan SSD ke mitra OSAT. Pembuatan chip DRAM dan NAND-nya tetap dilakukan sendiri oleh Samsung.
Mengapa Samsung melakukan outsourcing produksi memori?
Samsung ingin memusatkan kapasitas internal untuk memori HBM yang permintaannya melonjak karena AI, termasuk lewat pabrik HBM baru senilai 6 triliun won di Onyang.
Apakah pasokan DDR5 dan SSD akan terganggu?
Tidak. Mitra seperti Dreamtech, Hanyang Digitech, dan SFA Semicon justru memperluas fasilitas produksinya agar pasokan modul DDR5 dan SSD untuk PC, laptop, dan server tetap terjaga.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

