Pasar Smartphone Anjlok 14,3%, Samsung Malah Menguat
OlehRedaksi Pricio

Proyeksi pasar smartphone 2026: turun, tapi tidak merata
Pasar smartphone global diperkirakan ambruk 14,3% secara tahunan pada 2026. Ini prediksi Counterpoint Research dalam laporan Smartphone Market Outlook Tracker edisi Agustus 2026.
Di tengah penurunan itu, Samsung justru diproyeksikan tumbuh sekitar 0,8% dalam pengiriman. Angka ini kontras dengan pasar global yang tertekan oleh kenaikan biaya komponen, pasokan ponsel murah yang terbatas, dan daya beli konsumen yang melemah.
Segmen premium disebut masih relatif kuat. Dampak terbesar justru terasa di pasar massal.
Salah satu biang keroknya adalah pasokan memori untuk perangkat mobile yang terbatas. Harga chipset yang naik juga ikut mendongkrak biaya produksi di berbagai kelas.
Kenapa Samsung bisa beda?
Principal Analyst Counterpoint Research, Yang Wang, menilai posisi Samsung ditopang oleh kemampuan memproduksi sejumlah komponen sendiri. Portofolio perangkat yang luas serta hubungan jangka panjang dengan operator dan ritel juga jadi modal.
Keunggulan ini memberi Samsung ruang untuk mengamankan pasokan dan menyesuaikan distribusi antarnegara. Mereka juga bisa menjaga ketersediaan produk saat rantai pasok global sedang berantakan.
Baca Juga
Review Samsung Galaxy S26 Ultra: Cara Kerja Privacy Display
Samsung disebut berpotensi menekan margin keuntungan demi mempertahankan volume pengiriman. Strategi ini memang bisa menggerus profitabilitas, tapi dianggap lebih baik daripada kehilangan pangsa pasar.
Pangsa pasar yang diproyeksikan
Dari sisi pangsa pasar, Samsung diperkirakan naik dari 19,2% pada 2025 menjadi 22,6% pada 2026, lalu menyentuh 23% pada 2027. Sebaliknya, gabungan enam produsen asal China diproyeksikan turun dari 50,3% menjadi 45,4%.
Perlu dicatat, semua angka ini adalah proyeksi berbasis model — bukan hasil akhir. Situasi bisa berubah jika harga komponen turun lebih cepat atau permintaan pasar tidak sesuai asumsi.
Sinyal pemulihan baru terlihat 2028
Counterpoint memperkirakan tekanan pasar smartphone masih berlanjut hingga 2027. Pemulihan yang lebih kuat baru terlihat pada 2028.
Perbaikan itu disebut-sebut didorong oleh ketersediaan komponen yang kembali membaik, harga ritel yang stabil, dan permintaan yang sempat tertunda mulai kembali. Belum ada data independen yang memverifikasi seberapa akurat proyeksi jangka panjang ini.
Untuk saat ini, setidaknya ada satu hal yang pasti: pasar sedang turun, dan hanya sedikit pemain yang kebal terhadap tekanan.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya


