CXMT Produksi Massal DRAM Generasi Kelima, Harga RAM Berpeluang Stabil
OlehRedaksi Pricio

CXMT, produsen DRAM terbesar di Tiongkok, mengumumkan bahwa platform teknologi generasi kelimanya telah memasuki tahap produksi massal. Kabar yang dilaporkan Reuters ini dinilai berpotensi memperkuat posisi Tiongkok untuk bersaing langsung dengan Samsung, SK Hynix, dan Micron Technology di industri memori.
Kunci peningkatan performanya terletak pada struktur penyimpan data yang disusun jauh lebih rapat. Jarak antar fitur kuncinya kini mencapai 11,95 nanometer lewat teknik quadruple patterning. Berkat inovasi itu, satu chip dapat menampung memori lebih padat, dan satu wafer mampu menghasilkan jumlah chip jauh lebih banyak. CXMT mengklaim platform baru ini sanggup menghasilkan minimal 50 persen lebih banyak gross die per wafer dibanding generasi keempat.
Wakil Presiden CXMT, Luo Xiaodong, menyebut kemampuan proses produksi perusahaannya kini sudah setara dengan node produksi massal tercanggih di industri saat ini. Bersamaan dengan itu, CXMT turut memperkenalkan dua produk LPDDR5X berkapasitas 24 gigabit yang diklaim mampu menyimpan data 50 persen lebih banyak dan sudah diproduksi massal dalam dua format kemasan untuk berbagai desain perangkat portabel.
Langkah strategis ini muncul di tengah upaya Beijing mengurangi ketergantungan pada teknologi semikonduktor asing, mengingat kontrol ekspor Amerika Serikat sejak 2022 telah membatasi akses Tiongkok terhadap peralatan pembuatan chip tingkat lanjut. Keberhasilan CXMT bisa menjadi angin segar di tengah isu kenaikan harga komponen yang melanda industri, khususnya RAM.
Baca Juga
Kenaikan Harga RAM dan Penyimpanan, Xiaomi Sebut Bisa 4 Kali Lipat
Mengingat segmen smartphone kelas terjangkau sangat sensitif terhadap biaya komponen, kehadiran alternatif pasokan ini diharapkan mampu meredam lonjakan harga di pasaran. Sejumlah brand asal Tiongkok berpeluang diuntungkan karena rantai pasoknya dapat dipenuhi dari dalam negeri, asalkan kualitas chip terbukti handal pada perangkat nyata.
Namun bukan berarti harga smartphone otomatis langsung turun. RAM hanyalah salah satu dari sekian banyak komponen pembentuk perangkat. Efek positifnya kemungkinan besar juga tidak terasa instan, karena produksi massal belum berarti pasokan langsung melimpah di pasar global yang masih didominasi Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Di Indonesia, harga akhir tetap dipengaruhi faktor eksternal seperti fluktuasi kurs rupiah dan biaya distribusi, sehingga penurunan harga drastis tampaknya sulit terjadi dalam waktu dekat. Target yang lebih realistis adalah lonjakan harga RAM berhasil diredam, sehingga pabrikan tetap bisa mempertahankan harga jual smartphone kelas pemula agar kompetitif dan terjangkau.
AuthorRedaksi Pricio
Content Writer
Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.
Selengkapnya

