Pricio

6 HP 2 Jutaan dengan Video Stabilizer, EIS Kini Makin Umum

OlehRedaksi Pricio

6 HP 2 Jutaan dengan Video Stabilizer, EIS Kini Makin Umum

6 HP 2 Jutaan dengan Video Stabilizer, EIS Kini Makin Umum

Ponsel di rentang harga ini tidak lagi hanya mengandalkan gimbal eksternal untuk merekam video. Produsen seperti Xiaomi dan Infinix membenamkan stabilisasi elektronik (EIS) langsung ke kamera utama.

Ada enam model yang masuk daftar. Harganya beragam.

Baca Juga

Infinix Hot 70 Meluncur 25 Mei 2026, Harga Mulai Rp2,1 Juta

Redmi Note 13 8GB/128GB dibanderol Rp2.199.000. Redmi Note 14 sedikit lebih mahal, Rp2.399.000. Lalu ada Redmi 15C 4G di Rp2.549.000. Infinix Hot 50 Pro+ dan Hot 70 sama-sama Rp2.599.000. Paling mahal Redmi Note 13 5G, Rp2.799.000.

Semua harga itu berlaku September 2026. Bisa berubah sewaktu-waktu.

Dua model termurah detailnya lengkap, sisanya belum

Hanya dua model yang spesifikasinya terperinci dalam laporan ini. Sayangnya, detail untuk Redmi 15C, Infinix Hot 50 Pro+, Infinix Hot 70, dan Redmi Note 13 5G tidak disertakan sumber secara utuh.

Catatan itu penting. Sebab, klaim EIS sering kali tidak diukur secara transparan.

Belum ada data independen yang memverifikasi seberapa mulus hasil rekaman langkah kaki di semua model ini.

Redmi Note 13: stabilisasi di atas kertas, Snapdragon 685 di dalam

Redmi Note 13 adalah opsi paling murah. Perangkat ini memakai chipset Snapdragon 685.

Proses pemfokusan disebut cepat. Tidak ada jeda saat tombol rekam ditekan.

Kamera belakangnya 108 MP. Ada lensa ultrawide 8 MP dan makro 2 MP. Depannya 16 MP.

Layarnya AMOLED 6,67 inci, refresh rate 120Hz, resolusi Full HD+. Baterainya 5.000 mAh dengan pengisian 33W.

Semua itu ditopang RAM 8GB dan penyimpanan 128GB.

Algoritma EIS diklaim meredam guncangan. Hasil akhirnya disamakan dengan rekaman memakai penyangga tambahan.

Itu klaim resmi. Realitas di lapangan bisa berbeda.

Redmi Note 14: penerus dengan Helio G99-Ultra

Redmi Note 14 usung MediaTek Helio G99-Ultra.

Bedanya dengan pendahulunya ada di dapur pacu. Snapdragon 685 diganti Helio.

Kameranya tetap 108 MP. Layarnya juga AMOLED 6,67 inci 120Hz.

Perangkat ini menjalankan HyperOS berbasis Android 14. Bobotnya 179 gram.

Proses analisis data sensor gambar diklaim lebih responsif. Transisi efek pencahayaan jadi mulus.

Layar AMOLED-nya membantu saat mengedit hasil rekaman. Warnanya cerah dan akurat.

Tapi ada yang mengganjal. Selisih Rp200.000 dari Redmi Note 13 hanya untuk ganti chipset dan sistem operasi.

Belum ada bukti bahwa Helio G99-Ultra menghasilkan stabilisasi yang jauh lebih baik di dunia nyata.

Stabilisasi 2 jutaan: fitur yang diharapkan, tapi jangan percaya mentah-mentah

Fakta sederhananya: EIS bukan teknologi baru. Fitur ini sudah lama ada.

Yang baru adalah penyebarannya ke ponsel murah.

Produsen memakai istilah "stabilizer" sebagai daya tarik. Padahal, stabilisasi digital punya batas.

Guncangan keras tetap menghasilkan video goyang. Tidak ada algoritma yang bisa menghilangkan fisik benturan sepenuhnya.

Untuk pengguna yang sering merekam sambil berjalan, EIS membantu. Untuk lari atau naik motor, hasilnya tetap akan bergetar.

Perbedaan harga antar-model juga tidak selalu sebanding dengan kualitas stabilisasi.

Redmi Note 13 5G dijual Rp2.799.000. Lebih mahal Rp400.000 dari Redmi Note 14.

Apakah harganya sepadan? Jawabannya tergantung spesifikasi 5G yang tidak dijelaskan lebih lanjut di sumber.

Keputusan akhir tetap di tangan pembeli. Yang jelas, klaim "tidak goyang" sebaiknya diuji langsung sebelum membayar.

Redaksi PricioAuthor

Redaksi Pricio

Content Writer

Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.

Selengkapnya

Related Article