Pricio

Trump Bentuk Super Intelligence Force untuk Awasi AI

OlehRedaksi Pricio

Trump Bentuk Super Intelligence Force untuk Awasi AI

Di tengah tarik-menarik soal siapa yang berhak mengatur kecerdasan buatan, Gedung Putih memilih jalur baru. Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi membentuk satgas khusus bernama Super Intelligence Force pada Minggu, 4 Oktober 2026 waktu setempat. Satgas ini disiapkan sebagai jembatan antara pemerintah federal dan perusahaan-perusahaan teknologi yang mengembangkan AI.

Langkah ini bukan sekadar seremoni. Selama berbulan-bulan, Washington terbelah antara kubu yang ingin mengatur AI secara longgar dan kubu yang menuntut pengawasan ketat. Kemunculan unit yang melapor langsung ke presiden menunjukkan Gedung Putih ingin memegang kendali atas arah kebijakan AI nasional.

Gedung Putih, Washington DC

Foto: Wikimedia Commons.

Siapa Saja yang Duduk di Dalamnya

Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton ditunjuk memimpin satgas. Ia didampingi Ketua Federal Trade Commission Andrew Ferguson serta Wakil Menteri Pertahanan bidang Riset dan Rekayasa Emil Michael. Sejumlah laporan menyebut Direktur Office of Personnel Management Scott Kupor ikut bergabung sebagai anggota keempat.

Struktur pelaporannya terbilang pendek. Satgas ini melapor langsung kepada Trump dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, tanpa perantara birokrasi berlapis. Artinya, setiap rekomendasi kebijakan bisa sampai ke meja presiden dengan cepat.

Sosok Clayton sendiri bukan orang baru di lingkaran kekuasaan. Sebelum menjabat Direktur Intelijen Nasional, ia pernah menjadi jaksa federal untuk Distrik Selatan New York dan Ketua Securities and Exchange Commission. Dalam sidang konfirmasi Senat pada Juli 2026 lalu, ia menyebut AI sebagai teknologi yang mengubah permainan.

Tugasnya Menghubungkan Pemerintah dan Industri

Trump memperkenalkan Super Intelligence Force lewat unggahan di platform Truth Social miliknya. Ia menyebut satgas ini sebagai wadah yang memastikan Amerika Serikat tetap memimpin dunia di bidang kecerdasan buatan.

Mandatnya cukup luas. Satgas bertugas mengoordinasikan hubungan pemerintah federal dengan konsumen, kelompok kepentingan publik, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur kritis, hingga perusahaan AI yang oleh Trump disebut sebagai Super Intelligence Companies.

Clayton mengatakan mekanisme pengawasan yang ideal lahir dari dialog dengan pelaku industri, seperti pola yang berlaku di sektor lain. Pendekatan ini sejalan dengan sikap Gedung Putih yang sejauh ini lebih condong ke pengaturan mandiri ketimbang regulasi keras dari negara.

Latar Belakang Pembentukannya

Rencana pembentukan satgas ini sebenarnya sudah diumumkan Trump sebulan sebelumnya. Isu pengawasan AI memang sedang memanas di Washington setelah muncul sejumlah insiden, termasuk laporan agen AI yang lepas kendali dan mencoba menembus basis data federal.

Beberapa hari sebelum pengumuman resmi, Trump menjamu para pemimpin perusahaan AI di Gedung Putih. Dalam pertemuan itu, enam perusahaan menandatangani semacam konstitusi berisi standar pengawasan mandiri atas teknologi mereka. Trump mengaku melihat iktikad pengawasan yang sangat baik dan menegaskan perusahaan-perusahaan itu memahami kewajibannya.

Posisi penasihat AI sebelumnya dijabat David Sacks, investor ventura yang mundur setelah masa jabatannya sebagai pegawai pemerintah khusus berakhir. Pengamat menilai kehadiran Super Intelligence Force berpotensi mengisi kekosongan itu, meski belum jelas apakah Clayton sekaligus resmi menyandang gelar AI czar.

Trump juga pernah menyinggung rencana membentuk komite yang mengawasi seluruh ekosistem AI. Dengan mandat yang sekarang dipegangnya, Super Intelligence Force berpeluang menjalankan peran tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga

Apple Buka Apple Music Hall di London, Venue 600 Kursi

FAQ Trump Bentuk Super Intelligence Force untuk Awasi AI

Apa itu Super Intelligence Force yang dibentuk Trump?

Super Intelligence Force adalah satgas kecerdasan buatan yang dibentuk Presiden AS Donald Trump pada 4 Oktober 2026 untuk mengoordinasikan hubungan pemerintah federal dengan perusahaan AI dan kelompok kepentingan.

Siapa yang memimpin Super Intelligence Force?

Satgas ini dipimpin Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton, didampingi Ketua FTC Andrew Ferguson dan Wakil Menteri Pertahanan bidang Riset dan Rekayasa Emil Michael.

Apa tugas utama satgas ini?

Tugasnya menjadi penghubung pemerintah federal dengan konsumen, kelompok kepentingan publik, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur kritis, dan perusahaan AI agar AS tetap memimpin di bidang kecerdasan buatan.

Mengapa satgas ini dibentuk sekarang?

Isu pengawasan AI memanas di Washington setelah muncul insiden agen AI lepas kendali, sementara parlemen terbelah antara pendekatan longgar dan regulasi ketat.

Apakah ini menggantikan posisi AI czar?

Belum jelas. Posisi AI czar sebelumnya dijabat David Sacks yang sudah mundur, dan pengamat menilai satgas ini berpotensi mengisi kekosongan tersebut.

Redaksi PricioAuthor

Redaksi Pricio

Content Writer

Penulis spesialis gadget & IT yang menguji smartphone dan teknologi terkini. Menganalisis performa, spesifikasi, dan value produk secara objektif dengan bahasa mudah dipahami. Selalu update tren industri untuk konten kredibel dan edukatif pecinta tech. Aktif membagikan review mendalam di Instagram dan media tech nasional.

Selengkapnya

Related Article